Tampilkan postingan dengan label homescholing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label homescholing. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Juli 2015

Bahasa Planet Anak Berkebutuhan Khusus



Seringkali kita jumpai beberapa anak dengan kebutuhan khusus memeiliki bahasa-bahasa tertentu yang sulit untuk dipahami. Sebenarnya apakah artinya? Adakah ahli yang memahami bahasa-bahasa tersebut?
 Beberapa dari orang tua mungkin merasa bingung dengan bahasa-bahasa anak istimewa mereka. Karena mereka memiliki tipikal yang berbeda-beda. Ada yang meracau (berisik tidak jelas), seperti berbicara aneh yang berulang atau ada gerakan-gerakan tertentu yang berulang. Berdasarkan pengalaman saya berinteraksi dengan anak ABK terutama dengan gangguan GDD (Global Development Disorder) bahasa-bahasa ini sedikit banyak muncul setiap ada interaksi maupun tidak, bahkan banyak dari bahasa tersebut tidak bertujuan bahkan cenderung seperti reflek. Sebagai salah satu contoh adalah seorang anak dengan bahasa planet berupa meracau. Ketika anak tersebut sedang belajar bersama guru, meskipun nampak mata bisa dalam keadaan fokus namun mulut seperti tidak terkontrol dan memunculkan bunyi-bunyian aneh. Hal tersebut tentunya mengganggu untuk kegiatan belajar mereka, karena untuk mencapai titik ALFA (konsentrasi penuh) untuk anak ABK tidaklah mudah. Bisa fokus 5 menit saja sudah luar biasa. Maka perlu terobosan khusus untuk mengendalikan bahasa tersebut supaya anak mampu belajar dengan fokus.
Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana bisa mengendalikan bahasa-bahasa aneh yang mengganggu tersebut? Sahabat tidak perlu khawatir, meskipun bahasa-bahasa ini tidak mudah dikendalikan namun kita dapat meminimalisirnya dengan beberapa trik. Salah satu trik sederhana yang bisa dilakukan adalah memberikan materi belajar yang anak sukai. Dari salah satu materi yang diberikan, kita bisa saja memasukkan beberapa pengajaran atau pola kepada anak. Tentunya harus banyak dengan selingan. Karena banyak dari GDD terganggu masalah fokus maka para sahabat perlu lebih aktif dan kreatif untuk menambah materi yang sifatnya berjenjang supaya anak juga tidak bosan. Sebagai contoh, seorang anak dengan GDD menyukai bermain balok. Maka dari balok-balok tersebut dapat dimodifikasi menjadi beberapa terapi yang efektif, seperti ABA dengan mengenalkan warna, bentuk dan ukuran. Ketika ditengah perjalanan muncul bahasa-bahasa planet maka sebisa mungkin segera dialihkan supaya tidak menjadi sebuah pola dengan mengubah pola baru yang bertujuan. Jadi ketika anak mulai meracau misalnya, segeralah untuk di kontrol. Sentuh dan arahkan untuk melihat environment di sekitar misalnya. Sehingga mau tidak mau anak mengikutinya. Demikian, dilanjut lain kali ya J
We Love Special Needs

Selasa, 30 Juni 2015

Pengembangan potensi anak berkebutuhan khusus (ABK)



Assalamualaikum,,, 
gimana kabar nih sahabat? baik kan?,, alhamdulilah, insya Allah hari ini kita akan membahas tentang apa yang diperlukan anak-anak istimewa untuk kelangsungan hidupnya. Tentunya selain life skill atau kemandirian hidup, mereka juga memerlukan bekal untuk perjalanan kisah mereka. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah bagian pendidikan untuk mereka. Sudah layak atau belum?
Terkadang beberapa guru belum memahami kebutuhan mereka. mungkin beberapa melewatkan moment penting untuk membantu berkembang. Sebagai contoh, saya pernah mendapati seorang anak yang memiliki kecenderungan disgrafia. Tahu kan ya? semacam disleksia namun yang terganggu tidak hanya huruf yang terbalik atau kata yang terbalik namun juga pengolahan kata yang terkadang cenderung acak dan belum terstruktur. Nah menurut sahabat apa yang diperlukan anak ini?? Ya.. anak ini memerlukan bantuan lebih dari anak-anak lain pada umumnya. Namun apa yang terjadi?, salah satu wali dari anak ini menekankan sekali untuk sisi kognitif sehingga seringkali anak dipaksa untuk mengikuti les. Perlu diketahui bahwa selain keistimewaan diatas, anak ini juga mengalami keterlambatan belajar.
Bagaimana tanggapan sahabat menanggapi kasus diatas?. Tentunya beberapa orang memiliki pendapat yang beragam. Namun yang pasti adalah anak tersebut memerlukan perhatian khusus. Jikapun di inklusikan memerlukan guru pendamping (shadow). Kurikulum yang diberikan kepada anak juga tentunya berbeda dengan anak biasa pada umumnya, namun mengikuti dari kebutuhan anak dan perkembangan usia mentalnya. Karena seringkali anak-anak istimewa memiliki perbedaan mencolok antara usia kronologis dan usia mental. Dengan usia kronologis 7 tahun misalnya anak memiliki usia mental 2,5 tahun sehingga kebiasaan yang dilakukan nampak aneh atau terkesan seperti anak-anak. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana menyikapi atau membantu anak-anak seperti mereka? Beberapa hal yang perlu digarisbawahi adalah mereka istimewa sehingga kita perlu untuk memahami anak dan potensi besar yang mereka simpan.
Banyak dari anak ABK meskipun memiliki kekurangan namun di sisi lain mempunyai potensi yang jika mendapatkan pengarahan yang tepat akan melejitkan potensi mereka bahkan mampu melebihi dari mereka anak-anak normal pada umumnya. Pernah mendengar nama Albert Einstein? Isaac Newton? Tidak asing bukan? Ya.. mereka tokoh besar yang berangkat dari keistimewaan. Pada zamannya, di lingkungan mereka dianggap “abnormal” bahkan gila karena pendapat dan teori di luar kebiasaan umum. Newton hanya kejatuhan buah apel mampu menuliskan teori gravitasi sedangkan Einstein seorang bapak ilmu pengetahuan dengan teori terkenalnya E = MC2. .
Nah, maka dari itu bagi siapapun sahabat yang menjadi wali anak istimewa ataupun pembimbing mari bersama-sama untuk membantu mereka untuk paling tidak membuat hidup mereka berarti dan bermakna. Mampu melanjutkan hidup dan tentunya jika bukan kita yang membantu mereka terus siapa lagi??. Temukan potensi yang ada pada diri mereka dan selalu beriikan respon dan reward yang positif untuk kebaikan mereka. Demikian sedikit curahan hati hari ini semoga bermanfaat.
We Love Special Needs







Senin, 29 Juni 2015

Penanganan anak berkebutuhan khusus (tantrum)

Assalamualaikum sahabat,,
Terkadang seringkali kita menjumpai beberapa anak yang mungkin kita merasa bahwa anak tersebut biasa saja. Terlihat dari fisik yang normal dan pokoknya nampak biasa saja. Namun, bisa jadi kita merasa terkaget-kaget karena anak tersebut mempunyai perilaku yang berbeda dari kebiasaan umum. Misalnya berteriak dengan keras tiada henti, melompat-lompat lain dari kebiasaan umum, ataupun menggigit tanpa ada sebab.


Nah bagi kita yang sudah lama berinteraksi dengan anak spesial seperti mereka mungkin bisa memahami dan ada tindak lanjut. Lalu bagaimana jika kita belum mempunyai pengetahuan tentang mereka? dan seperti apa penanganan awal? Nah.. berikut pengalaman saya pada beberapa penanganan awal yang bisa anda lakukan,,
  1. Tenangkan diri kita, tidak perlu panik dan khawatir berlebihan, rileks aja. Kemudian dekati anak tersebut. catatan yang perlu diingat adalah bahwa anak berkebutuhan khusus bermain dengan hati. (bukan main hati kaya anak muda ya hehehe :D ) Dalam hal ini, anak ABK tidak bisa dibohongi. Jadi jika sahabat semua ingin membantu mereka sebaiknya tulus dan ikhlas, berikan empati dan beberapa sentuhan insya Allah efektif.
  2. Lakukan beberapa dialog dengan anak. Misal : ada apa?, kenapa? (nada pelan).. Biasanya mereka menginginkan sesuatu yang tidak terpenuhi makanya muncul tantrum.
  3. Jika anak ABK melakukan serangan fisik tak perlu khawatir, meskipun gerakan mereka cepat kita juga harus sigap. Misal ketika anak menarik rambut kita atau menggigit, segera sentuh titik diantara kedua ketiak untuk melemahkan otot mereka.
  4. Setelah anak dirasa lebih tenang bisa kita lancarkan serangan balasan. Eiiittsss... bukan dihajar yaa,, bolehlah anak kita peluk, kita berikan reward berupa pujian,,, Misal: ananda yang sholih, ananda yang pintar. Insya Allah lebih tenang.
  5. Langkah terakhir, silahkan berikan pengertian secara perlahan bahwa tindakan yang dilakukannya tidak benar, ada konsekwensi dan merugikan dirinya dan orang lain. Demikian semoga bermanfaat :)

We Love Special Needs

Minggu, 28 Juni 2015

homescooling "sinar tunas bangsa yogyakarta"



Sinar Tunas Bangsa
Special Child Therapy & Home School
Latar Belakang
Pada era globalisasi, banyak sekali orang tua bahkan anak-anak  yang merasa dimanjakan dengan fasilitas dan kehidupan yang serba instan. Idealnya, orang mampu berproses dengan kegiatannya sehingga dapat memperoleh banyak pengetahuan dan tentunya pengalaman. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa  segalanya tergantung dengan hal-hal serba instan. Sebagai contoh, anak hendak pergi ke sekolah. Karena orang tua sibuk atau bisa jadi belum sempat untuk meluangkan waktu, sehingga anak diantar dengan menggunakan mobil, terkadang malah sopir yang mengantar. Nah lo?.. Ada lagi, anak merengek minta mainan hingga merusak fasilitas rumah. Sehingga mau tiak mau orang tua membelikan dengan alasan kalau tidak dibelikan akan terjadi kerusakan lebih parah. Bisa jadi orang tua membelikan gadget / laptop kepada anak mereka dengan asumsi jika mereka asik bermain dengan gadget maka tidak akan mengganggu orang tua yang sedang sibuk. Nah,, tindakan serba instan juga bukan?.
Begitu juga dengan makanan yang serba instan, tentunya tidak bagus jika dikonsumsi secara berlebihan, apalagi untuk seorang anak yang sedang dalam periode emas ataupun seorang ibu yang sedang mengalami fase kehamilan. Tentunya tidak baik untuk perkembangan janinnya. Sudah banyak sekali kasus yang terjadi, seorang anak mengalami retardasi mental atau bahkan autisme hanya karena keracunan  dan stres seorang ibu ketika masa kehamilan. Secara otomatis bukan,, makanan yang serba instan biasanya mengandung salah satu dari zat pewarna, perasa, pengawet, pewangi, pelembut,,, ah.. emang deterjen. Silahkan bisa cek di bagian kemasan untuk komposisi makanannya. Mengerikan bukan?
Nah berangkat dari beberapa kasus diatas, Lembaga Sinar Tunas Bangsa, sebagai lembaga terapi dan home schooling merasa terpanggil untuk membantu orang tua dengan anak yang mengalami gangguan-gangguan yang mungkin di sebabkan oleh pengaruh keracunan makanan, genetik, lingkungan dan pengasuhan yang mungkin serba instan.  Lebih tepatnya lagi anak-anak yang mengalami keterlambatan bicara (Speech Delay), Autisme, Down Sindrome, Mental Retardation, Cerebal Palsy dan beberapa gangguan perilaku. Tentunya untuk membantu mereka untuk lebih maksimal juga membutukan waktu dan kesempatan serta kerjasama dari berbagai pihak, terutama orang tua. Tidak bisa juga serba instan. Namun, Lembaga Sinar Tunas Bangsa siap mendapatkan amanah untuk membantu anak-anak tersebut untuk bisa lebih mandiri menghadapi lingkungan sosial, menemukan potensi terbaik dan tentunya memaksimalkan keberfungsian fisik dan mental.




 Pendahuluan
Beberapa sekolah di Indonesia belum menerima siswa berkebutuhan khusus. Hal ini masih dianggap wajar saja karena beberapa sekolah memang belum menyediakan fasilitas bahkan tenaga ahli khusus untuk menangani anak-anak berkebutuhan khusus. Beberapa orang tua bahkan banyak sekali dari mereka merasa kebingungan untuk memperoleh solusi dari pendidikan anak mereka. Sehingga beberapa orang tua memilih untuk mencari informasi di luar sekolah tentang beberapa lembaga yang menangani Anak Berkebutuhan Khusus.
Paling tidak, jika anak-anak berkebutuhan khusus tidak diterima di sekolah formal mereka masih bisa menjadi anak yang mandiri dan mampu untuk mengembangkan potensi mereka. Hal ini di-amini oleh banyak pakar ABK dan Psikolog. Bahwasanya pendidikan untuk ABK tidaklah terfokus dengan kurikulum formal. Karena setiap masalah yang dihadapi anak mempunyai solusi yang berbeda-beda. Sehingga secara otomatis, kurikulum untuk anak ABK tidak di generalisasikan melainkan kurikulum yang sifatnya Client-centered atau berpusat pada kebutuhan anakn tersebut. Sehingga mau tidak mau, sebuah lembaga yang menangani anak berkebutuhan khusus mempunyai kurikulum spesial untuk setiap anak disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan anak.
Lembaga Sinar Tunas Bangsa di bawah arahan Irine Surti Yulianti, S.Pd.,ABA. Seorang profesional konsultan dan praktisi  anak berkebutuhan khusus siap membantu orang tua yang kesulitan untuk memperoleh pendidikan untuk anak istimewa mereka. Produk dari layanan kami adalah konseling, terapi dan home schooling. Diharapkan dengan konsep tersebut orang tua dapat berperan aktif dalam perkembangan anak mereka. Konsep pendidikan yang diberikan berfokus pada potensi dan minat anak berdasarkan asesmen yang diberikan oleh profesional dalam hal ini Psikolog. Pendidikan ABK bagi kami juga bersifat client-centered dimana proses pembelajaran mengikuti gaya belajar anak, bukan anak yang dipaksakan untuk belajar disiplin ilmu tertentu yang tidak nyaman untuk mereka pelajari.
Layanan
Lembaga Sinar Tunas bangsa memberikan layanan di bidang konseling, terapi dan home schooling dengan anak dan orang tua berpartisipasi aktif di dalamnya. Dengan adanya konseling, diharapkan orang tua lebih memahami kondisi anak dan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk pengembangan peendidikan terbaik untuk anak. Dengan Terapi yang rutin diharapkan anak mempunyai perkembangan yang baik terkait konsep-konsep pengembangan diri, kemandirian dan akademik. Fasilitas home schooling juga bertujuan untuk memberikan kesempatan pada orang tua untuk berperan serta dalam perkembangan anak karena beberapa terapi disesuaikan dengan kondisi rumah masing-masing orang tua.
Beberapa anak berkebutuhan khusus yang belajar bersama kami diantaranya :
1.       Gifted (memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa)
2.       Speech Disorder/Speech Delay (gangguan bicara/ keterlambatan bicara)
3.       Slow Learner (Lambat Belajar)
4.       Learning Disability (gangguan belajar)
5.       Global Development Disorder
6.       Tuna Grahita (Retardasi mental)
7.       Tuna Laras (gangguan emosi dan perilaku)
Pendekatan belajar yang diberikan juga bersifat dinamis, berikut beberapa terapi yang dilakukan :
1.       Terapi Okupasi
2.       Terapi Sensori Integrasi
3.       Terapi Ortopedagogi
4.       Terapi Oral dalam
5.       Terapi Wicara
6.       Terapi ABA (Applied Behavioral Analysis)
7.       Terapi perkembangan
8.       Terapi Sosial